Sumbang saran buat nakhoda
pendidikan di Kabupaten Karawang ;
Mengejutkan. Senin pagi
menjelang siang, 16 September 2019 Kantor Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga
Kabupaten Karawang yang terletak di jalan Suroto Kunto didatangi puluhan orang
berseragam ASN. Mereka membawa
poster-poster kecil yang isinya menghujat seseorang dan menuntut agar seseorang tersebut diturunkan dari
jabatannya.
Bagi publik yang tak
mengetahui asal-usul terjadinya peristiwa itu tentu tidak akan serta merta
mengetahui apalagi memahami apa sesungguhnya yang terjadi.
Usut punya usut ternyata
aksi damai yang dilakukan puluhan orang berseragam ASN itu dipicu oleh sebuah
status Facebook yang diunggah oleh akun Mulyana SA. Konten status itu dinilai
nitizen sebagai sebuah penghinaan terhadap sebuah komunitas profesi di
lingkungan Disdikpora.
Siapa Mulyana SA itu ?
Penulis tidak mengenalnya. Tapi yang jelas di medsos FB berteman. Dari berbagai
sumber diperoleh informasi akurat bahwa pemilik akun FB Mulyana SA itu seorang
pejabat eselon IV di lingkungan Kantor Disdikpora Kabuaten Karawang . Beliau
baru beberapa bulan menjabat jabatan yang diembannya itu. Sebelumnya bertugas
sebagai guru di sebuah SMP di Kabupaten Karawang. Pendidikannya cukup mumpuni
dibanding rata-rata pejabat selevelnya. S3. Meski usianya masih relativ muda.
Sebagai seorang mantan
pengawas sekolah, setelah membaca status tersebut, penulis juga merasakan
adanya “pukulan” . Sempat agak naik darah ini, tapi sebagai orang yang sudah
tua tentunya masih bisa mengendalikan diri. Penulis sempat membaca sebuah
komen dari seseorang yang diketahui
menjabat pengawas sekolah yang mempertanyakan status tersebut serta memberi
warning pada pembuat status, agar berhati-hati menggunakan medsos. Sontak pula
penulis memberi komentar atas status tersebut, namun isinya lebih ke sikap
merendah.
Kabarnya, yang
bersangkutan sudah bertemu dengan pihak-pihak pengunjuk rasa difasilitasi oleh
petinggi Disdikpora, disertai permohonan maaf.
Harapan penulis peristiwa
ini tak perlu dibesar-besarkan, apalagi dijadikan polemik berkepanjangan.
Catatan penting bagi kita, terutama bagi para pemangku jabatan bidang pendidikan
di Kabupaten yang kita cintai ini untuk mengambil hikmah untuk penyelenggaraan
pendidikan yang lebih baik.
Terakhir, sebagai seorang
pengabdi pada bidang pendidikan, penulis ingin menyampaikan saran pada
pihak-pihak terkait peristiwa tersebut ;
1. Saudara
Drs H. Dadan Sugardan,MM selaku Kadisdikpora berikut jajarannya, penulis
beranggapan bahwa konten (substansi) status yang diunggah akun Mulyana SA
memiliki kebenaran (kebenaran
substansial) sehingga penting menjadi agenda pembahasan yang lebih luas dan lebih
terarah.
2. Saudaraku
sdr. Mulyana SA, penulis sarankan agar lebih bijak dalam melakukan komunikasi
sosial. Tidak setiap ide brilian bisa serta merta diterima dengan baik.
Sebaiknya tidak mengunggah persoalan-persoalan yang memiliki keterkaitan tugas
dan wewenang saudara sebagai pejabat, di
medsos. Logikanya, sebagai pejabat
eselon saudara bisa menyampaikannya kepada pihak-pihak yang dianggap penting,
baik melalui jalur hirarkis atau melalui forum-forum resmi.
3. Kepada
fihak-fihak yang merasa tersinggung dengan status terebut sebaiknya
menyampaikannya dengan cara yang lebih ellegant. Penulis tidak sependapat bila
harus dengan melakukan demo, meski demo tidak dilarang. Apalagi berdemo di
Kantor Disdikpora yang kita anggap sebagai kantor sendiri.
Tulisan ini hanyalah
sebuah ekspresi atas sebuah peristiwa. Tak memiliki kepentingan apa-apa selain
dari ingin mengungkapkan rasa peduli dan cinta pada dunia pendidikan yang
pernah penulis jalani dalam sepenuh hidup.
Pondokbales, 18 September
2019
Penulis ; Kasim Suriadinata
Mantan Pengawas TK/SD 2000
-2010
Ketua Dewan Pembina
Yayasan Pendidikan Islam Ikhwanul Muslimin.
Tags
Pendidikan
